Langsung ke konten utama

Asy Syaakiriin Interaktif Bersama M. Syafi'i Antonio dan M. Anwar Sani

Profil Singkat Dr. Muhammad Syafii Antonio, MSc

Saya lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 mei 1967. Nama asli saya Nio Cwan Chung. Saya adalah WNI keturunan Tionghoa. Sejak kecil saya mengenal dan menganut ajaran Konghucu, karena ayah saya seorang pendeta Konghucu. Selain mengenal ajaran Konghucu, saya juga mengenal ajaran Islam melalui pergaulan di lingkungan rumah dan sekolah. Saya sering memperhatikan cara-cara ibadah orang-orang muslim. Kerena terlalu sering memperhatikan tanpa sadar saya diam-diam suka melakukan shalat. Kegiatan ibadah orang lain ini saya lakukan walaupun saya belum mengikrarkan diri menjadi seorang muslim.

- Doktor Banking & Micro Finance, University of Melbourne, 2004
- Master of Economic, International Islamic University, Malayasia, 1992
- Sarjana Syariah, University of Jordan, 1990
-  Komite Ahli Pengembangan Perbankan Syariah pada Bank Indonesia
- Dewan Komisaris Bank Syariah Mega Indonesia
- Dewan Syariah BSM
- Dewan Syariah Takaful
- Dewan Syariah PNM
- Dewan Syariah Nasional, MUI




Ust. M. Anwar Sani

Muhammad Anwar Sani, dilahirkan di Blora, 18 Agustus 1976 mempunyai gelar Sarjana Sosial Islam (S. Sos.I) dari Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta Fakultas Dakwah jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta pernah mengenyam pendidikan di Inter Study jurusan Marketing Komunikasi.Beliau dikarunia Istri bernama Henita Sary dan dua orang anak, Muhammad Fatih Husna (10) dan Saffana Sania (7). Saat ini menjabat sebagai Direktur Al-Azhar Pedui Ummat Jakarta. Selain itu juga sebagai ketua Yayasan Daarul Qur’an Nusantara, juga pengurus Forum Zakat Nasional serta dosen di beberapa perguruan tinggi diantaranya Syariah Economic and Banking Institute (SEBI) Jakarta, STMIK Antar Bangsa Tangerang, dosen kuliah umum di UIN Syariaf Hidayatullah serta dosen ekonomi syariah di Universitas Al-Azhar Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selayang Pandang Asy Syaakiriin

SEJARAH PERKEMBANGAN MASJID ASY-SYAAKIRIIN             Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa dalam menyusun rangkaian kejadian atau katakanlah menyusun sejarah perkembangan satu peristiwa, maka diperlukan adanya titik tolak guna mengawali penyusunan sejarah tersebut. Dalam hal ini maka penyusun sejarah perkembangan dari Masjid Asy-Syaakiriin inipun kita pakai suatu titik tolak yaitu dibukanya kaveling Pondok Bambu oleh Pemerintah DKI. untuk daerah pemukiman baru pada tahun 1972. Dengan demikian maka disusunlah sejarah perkembangan Masjid Asy-Syakiriin ini menurut sistematika sebagai berikut: Periode pemukiman pendudukdi Kapling Pondok Bambu. Periode Pembentukan Jamaah Islamiah di Kapling Pondok Bambu Periode Pendirian Musholla Asy-Syakiriin. A.  PERIODE PEMUKIMAN PENDUDUK DI KAPLING PONDOK BAMBU             Kalau kami mengatakan pemukiman, dis...

Meluruskan Arah Kiblat Tahun 2013

Pada tanggal 28 MEI 2013 jam 16:18 WIB dan 16 JULI 2013 jam 16:27 WIB.  Dimana posisi matahari tepat di atas ka'bah ??   Apakah arah kiblat masjid bisa berubah? Entah karena gempa bumi maupun bergeraknya lempeng Bumi seperti isu yang tengah berkembang? Jawabannya tentu TIDAK! Artinya pengukuran sebelumnya memang yang membuat arah kiblat masjid tersebut tidak tepat. Memang shalat tidak harus pas sekali arah kiblatnya, namun di era modern ini jika bisa pas dan tepat, bukankah lebih afdhol??? Dan jika melencengnya terlalu jauh, maka ini akan berpengaruh pada SAH TIDAKNYA SHALAT.... harap diingat bahwa salah satu syarat sah shalat ialah MENGHADAP KIBLAT.... Sekali lagi, jika hanya melenceng sedikit tidak apa, namun jika bisa tepat / mendekati mengapa tidak??? Dan jika melenceng jauh maka akan berpengaruh pada sah / tidaknya shalat . Jarak terpisah antara Ka’bah dan Indonesia berkisar pada kilometer 6000-an (Aceh) hingga 11.000-an (Papua) km. Jauhnya...

PROJECT PROPOSAL

Renovasi Gedung Yatim-Dhuafa " Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (QS. Al-Baqarah: 261) " Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. " (Al Baqarah: 267) " Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah P...