Rabu, 13 Juni 2012

Kenaikan Isa Al Masih

KENAIKAN ISA ALMASIH
Oleh : Drs. H. Risman Manin

Pada tanggal 17 Mei 2012 yang lalu Saudara kita dari kaum Nasrani memperingati kenaikan Isa Almasih, disebagain penanggalan kita ( Kalender  Masehi )  ada yang menulis   Kenaikan Yesus Kristus. Dalam keyakinan Islam   Isa Almasih adalah manusia biasa, namun diangkat oleh ALLAH menjadi salah satu Rasul yang wajib kita percayai, sedangkan bagi keyakinan  kaum Nasrani Yesus Kristus merupakan Tuhan bagi mereka yang harus diimaninya
 Adapun mengenai   pengertian kenaikan Isa Almasih bagi sebagian kaum Muslimin , masih ada yang mempercayai  bahwa pada saat Nabi Isa di kejar oleh musuh musuhnya untuk dibunuh   dan digantung ditiang salib , lalu dia diselamatkan oleh ALLAH   SWT dengan cara diangkat ke langit , sehingga dia terbebas dari rencana musuh musuhnya. Keyakinan cara pengangkatan Nabi  Isa kelangit oleh ALLAH SWT   , terdapat berbagai macam versi antara lain :
1.       Nabi Isa diangkat kelangit berupa roh berikut jasadnya, dan akan diturunkan kembali  kedunia ini pada akhir zaman   untuk menjadikan  seluruh manusia  beriman kepada ajaran Nabi Muhammad SAW.
2.       Nabi Isa diangkat kelangit hanya berupa Roh nya saja.
Tentang hal ini, ALLAH  SWT telah menjelaskan dalam Al Qur’an Surat Ali Imran  ayat  55   ( Q.S.3 : 55 ) yang artinya : “ Ingatlah tatkala  ALLAH berkata : Wahai Isa , sesungguhnya Aku akan mewafatkan engkau  dan mengangkat engkau kepadaKU , dan membersihkan  engkau dari pada orang orang kafir , dan akan menjadikan orang orang yang mengikuti engkau lebih atas dari orang orang yang kafir itu sampai hari kiamat. Maka kepada Akulah tempat kamu kembali , maka akan Aku putuskan nanti diantara kamu dari hal hal apa apa yang telah kamu perselisihkan padanya itu.” 
Buya Hamka  dalam Tafsir Al Azhar  menguraikan panjang lebar tentang kenaikan Isa Almasih ini. Beliau mengatakan bahwa pada hakikatnya orang kafir yang menantang ajaran Nabi Isa mempunyai rencana dan keinginan untuk membunuh  dan menggantung Isa ditiang salib, namun rencana mereka itu dikalahkan oleh rencana ALLAH SWT , ALLAH telah menyelamatkan RasulNya dari niat jahat tersebut. dengan cara mewafatkannya , hal ini juga ditegaskan ALLAH dalam Surat  An  Nisa’ awal  ayat 157 ( Q.S.4 : 157)  dimana ALLAH menyatakan bahwa yang dibunuh dan disalib itu adalah orang lain yang diserupakan dengan Nabi Isa
Kematian Nabi Isa ini ditegaskan ALLAH  dalam Surat Ali Imran  ayat 55 dimana pada awal surat ini  ada kalimat yang berbunyi “ Mutawaffika”  kata itu menurut logatnya terpakai  dengan arti mematikan, sehingga wafat juga berarti  mati, mewafatkan  sama dengan mematikan, jadi ALLAH telah mematikannya. Dalam Al Qur’an banyak kalimat yang serupa, semuanya mengartikan kepada mati atau kematian, tidak ada yang mengatakan diambil dengan sempurna.
Setelah kata  “Mutawaffika”   diikuti lagi dengan  kata “ Waraafi’uka” yang artinya  “dan mengangkat engkau”  pengertian pengangkatan disini sama dengan  pengangkatan Nabi Idris, dimana ALLAH telah mengangkat derajat Nabi  Idris ketempat yang lebih tinggi , atau pada Surat Ali Imran ayat 169 , dimana ALLAH mengatakan orang yang mati syahid itu tetap hidup.
Namun menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar,  memang sebagian besar Ahli Tafsir  mengatakan arti dari “ Inni Mutawaffika “   adalah “ Aku akan mengambil engkau “  jadi Nabi  Isa diambil  dari dunia ini lalu diangkat hidup hidup , dan nantinya diakhir zaman akan turun kembali kedunia untuk membunuh Dajjal. Perlu diketahui  , kata Buya Hamka, golongan ini menafsirkan  Nabi Isa diangkat kelangit karena ada  beberapa Hadits yang menerangkan bahwa di akhir zaman Nabi Isa akan turun kedunia kembali .
Bahkan Syaikh Muhammad Abduh  berpendapat bahwa Ulama didalam menafsirkan ayat ini  menempuh dua jalan:
1.       Yang masyhur ialah bahwa Nabi Isa diangkat  oleh ALLAH dengan tubuhnya dalam keadaan hidup  , dan nanti akan turun kembali diakhir zaman dan menghukum diantara manusia dengan syariat  yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ( syariat Islam) , bukan syariat Kristen.
2.       Ada yang memahamkan ayat tersebut menurut asli yang tertulis, dengan mengambil arti tawaffa dengan maknanya yang nyata yaitu mati seperti biasa dan “ raf’a “ dengan arti “angkat”.
Menurut Sayid Rasyid Ridha, tidak ada nash didalam Al Qur’an yang menyatakan bahwa Nabi Isa diangkat dengan tubuh dan nyawanya  kelangit dan hidup seperti didunia ini , karena sesuai dengan Sunatullah  manusia yang hidup tentu butuh makan dan minum, kata beliau itu hanyalah akidah orang Nasrani yang mana semenjak Islam diturunkan kepermukaan bumi ini,mereka selalu  untuk menyebarkan faham ini kepada kaum Muslimin.
Pendapat ini juga dikuatkan oleh Syaikh Mustafa al Maraghi, Syaikh Jami’ Al Azhar yang mengatakan tidak ada satu nashpun yang   sharih didalam Al Qur’an  menyatakan bahwa Nabi Isa diangkat  kelangit dengan tubuh dan nyawanya , tetapi yang diangkat adalah derajatnya sebagaimana  Nabi Idris , jadi kehidupannya adalah kehidupan rohani  sebagaimana hidupnya para syuhada yang mati syahid dalam membela agama ALLAH, Oleh karena itu tidaklah wajib bagi seorang Muslim beri’tikad bahwa Isa Almasih masih  hidup dengan tubuh dan nyawanya, dan orang yang menjalani keyakinan / akidahnya itu juga tidaklah kafir dari Syariat Islam.
Bahkan berkata pula Syaikh Mahmoud Syaltout , Syaikh Jami’ Al Azhar tentang Hadits yang menyatakan Nabi Isa akan turun diakhir zaman adalah merupakan Hadits Ahad, tidak sampai kepada Mutawatir karena yang membawa Hadits tersebut adalah Wahab bin Munabbih dan Ka’ab al Ahbar, keduanya  dulunya adalah ahlul kitab yang kemudian masuk Islam.
Paham  yang mengatakan Nabi Isa akan turun  diakhir zaman telah disalah tafsirkan juga oleh  kaum Ahmadiyah, sehingga mereka berpendapat bahwa  Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi, dan dialah Nabi Isa yang dijanjikan akan turun diakhir zaman.
Jadi kesimpulannya adalah masih ada dua penafsiran :
1         Meyakini bahwa Nabi Isa itu diangkat keatas langit berupa  tubuh dan nyawanya.
2         Pendapat kedua sebagaimana arti yang sebenarnya bahwa Nabi Isa itu diwafatkan dan diangkat oleh ALLAH untuk diselamatkan.
Wallahu’alam bin showab.
Reaksi:

2 komentar:

  1. memang sering faham islam ditafsirkan dengan angan-angan dan prajudis. jauh dari bukti2 yg kongkrit serta ilmiah. Pemahaman anda seperti diatas bukan merupakan maintrem di akar rumput, masyarakat di bawah butuh ikon formal, artinya pemahaman pemahaman Islam yg tepat harus disampaikan oleh seorang yg mendapat gelar KH dengan sorban atau kafieh sereta jenggot yg lebat dengan nada tinggi.

    BalasHapus
  2. Walaupun yang menyampaikan dari pihak arab sekalipun, yang diperkuat dalil-dalil apapun, itu hanyalah penafsiran manusia, yang tidak mengalami langsung. Ingat manusia hanya menafsirkan, dan dia tidak tahu apa-apa, tentang rancangan Allah. Allah yang baik, tidak akan membuat bingung yang akan di bimbingnya, seperti waktu musa membawa keluar umat ibrani keluar dari mesir. Dengan mujizad yang nyata diberikan melalui musa. Sedangkan kitab ini? Dengan masih ada 2 penafsiran manusia, kitab ini perlu dipertanyakan?
    Benarkah dari Allah atau karangan manusia dengan segala penafsiran-penafsirannya sehingga terbentuk kitab?
    Coba kita baca;
    Qs. Ali Imran 3:55. Kita ambil pointnya saja: "... Hai Isa sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaku,...". Kesimpulannya Allah akan menyampaikan ajal (kematian) Isa dan Allah akan mengangkat Isa kepada-Nya. Jadi disini juga sangat jelas urutan-urutannya: Mati - Diangkat, dengan kata lain mati dulu baru diangkat. Awas!!! Jangan dibolak-balik, nanti kuwalat! Coba sekarang hubungkan kembali dengan Qs 4:157-158.

    Disana jelas Isa dikatakan tidak mati melainkan langsung diangkat. Inilah anggapan umum orang Islam bahwa Isa itu tidak mati melainkan diangkat Allah, Isa akan mati setelah mendekati hari kiamat nanti. Pernyataan itu tertulis dalam Al Qur'an atau tidak, kalau tidak awas...! Jangan mengada-ada, nanti kena hukum bid'ah. Kembali kita melihat pernyataan ayat-ayat Al Qur'an tadi:

    1. Allah menyampaikan bahwa Isa akan mati lantas diangkat (Qs. 3:55)
    2. Al Qur'an menyatakan Isa itu lahir - meninggal - bangkit - dan hidup kembali (Qs. 19:33)
    3. Al Qur'an mengatakan Isa tidak mati, tetapi diangkat Allah (Qs. 4:157-158)

    Coba sekarang renungkan dengan nalar yang wajar di sisi lain Allah mengatakan mati baru diangkat tapi di sisi lain mengatakan tidak mati tapi diangkat. Mana yang benar diantara kedua salah satu pernyataan itu? Yang benar mati atau tidak mati, pilih salah satu! Al Qur'an itu kan turun belakangan kenapa laporannya bertentangan? Siapakah saksi hidup Al Qur'an pada saat kejadian peristiwa itu?

    Al Qur'an mengatakan yang dibunuh, disalib mati itu bukan Isa melainkan orang lain yang diserupakan Allah. Pertanyaannya, siapakah nama orang yang dibunuh dan disalib itu?
    Apakah kesalahan orang itu sehingga dijadikan tumbal (pengganti) kematian Isa di kayu salib? Bukankah itu namanya Allah tidak adil, orang yang tidak salah apa-apa malah dibunuh, disalib? Mengapa Allah pakai segala macam tipu-tipuan, kalau yang mati itu bukan sesungguhnya Isa melainkan orang lain?
    Apakah Allah ini takut dengan orang sehingga tidak berani terang-terangan?
    Allah melarang orang untuk tidak ragu-ragu dan bimbang, tapi secara langsung Allah malah membuat keraguan dan kebimbangan, karena yang mati sebenarnya disalib itu tidak dijelaskan namanya, berasal dari keluarga siapa dan dari daerah mana?
    Benar-benar Allah tidak berani berterus-terang.
    Benar-benar kitab yang membuat penganutnya yang tidak tahu kebenarannya, semakin bangga.
    Benar-benar kitab penutup yang sempurna, membuat manusia yang tidak tahu, jadi ikut dalam meyakinan, bahkan sampai mengorbankan jiwanya untuk membunuh manusia lain dengan diberi gelar jihad di jalan Allah.
    Luar biasa karyamu.

    BalasHapus